Arek Mbeling Bikin Geger, Begini Kisah Bocah Gengster Suroboyo

  • Whatsapp
Arek Mbeling ditangkap (Foto : JP Foto)

Ayosurabayabisa.com – Di rumah kos di satu sudut gang Jalan Simo Gunung, WR tinggal bersama orang tua dan tujuh saudaranya. Namun, remaja 13 tahun tersebut kemarin (29/9) tidak ada di rumah. Sehari-hari dia membantu orang tuanya yang bekerja di pasar. WR adalah salah satu anggota geng Kampung Jawara yang ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 1 September lalu saat hendak tawuran dengan geng All Stars.

’’Dia di kampung tidak pernah kelihatan rewel. Sehari-hari bantu orang tuanya jualan martabak. Mainnya nongkrong sama teman-temannya di warkop. Enggak pernah ribut-ribut di sini,’’ ujar seorang tetangganya dilansir laman jawapos.com.

Simo Gunung menjadi lokasi kedua anggota geng Kampung Jawara menganiaya NF, anggota geng All Stars, pada 20 September petang. Di parkiran odong-odong, remaja 16 tahun itu dihajar sampai pingsan oleh sekitar 10 orang sebelum disekap di salah satu kafe di Menganti.

Dari data Polres Tanjung Perak, dari 28 remaja yang diamankan pada 1 September lalu, 10 di antaranya beralamat di Simo Selain itu, 2 di antara 9 tersangka penganiaya NF yang diamankan anggota Polrestabes Surabaya beralamat di Simo Gunung.

Mblakrak Nyari Musuh

Yono, ketua RT setempat, menyatakan bahwa remaja Simo Gunung yang tercatat sebagian anggota geng Kampung Jawara sudah putus sekolah. Sebagian lainnya masih berstatus pelajar. Dia sudah mendapatkan informasi bahwa sejumlah remaja yang menjadi warganya berurusan dengan polisi.

’’Geng Jawara ini tidak punya ketua. Kami juga baru dengar akhir-akhir ini karena mereka tidak pernah buat keributan di kampung,’’ ungkapnya.

Remaja yang tercatat sebagai anggota geng Kampung Jawara berasal dari keluarga miskin. Mereka tumbuh menjadi remaja liar karena orang tuanya tidak peduli dengan tumbuh kembang anaknya. Menurut Yono, orang tuanya lebih sibuk bekerja dan merawat anak-anak orang lain sehingga anaknya sendiri tidak cukup terasuh. ’’Saya sempat ajak bicara orang tuanya pas tahu anaknya diciduk polisi, tapi seperti kurang peduli,’’ ungkapnya.

Para remaja yang tergabung dalam anggota geng Kampung Jawara diklaim sebagai anak warga musiman. Warga miskin asal Surabaya itu tinggal di rumah-rumah kos.

Menurut dia, warga sekitar tempat tinggal para remaja tersebut lekat dengan catatan kriminal kepolisian. Namun, mereka tidak berbuat kriminal di lingkungannya, tetapi di luar. Di lingkungan tempat tinggalnya, sikap mereka baik dan aktif bersosialisasi. ’’Jual narkoba ketangkapnya di luar, bukan di sini. Di sini baik-baik saja. Sama seperti remaja yang masih labil ini, ketangkapnya pas tawuran juga di luar,’’ ucapnya.

Sekelompok remaja yang tergabung dalam anggota geng Kampung Jawara juga pernah dipergoki warga menenggak minuman keras di kuburan. Mereka dinasihati agar mengisi masa muda dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kini pengurus lingkungan berencana membina para remaja tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menyatakan, anggota geng Kampung Jawara berlatar belakang pelajar dari wilayah Menganti, Simo, dan Krembangan. Anggota Geng All Stars berasal dari wilayah Kalimas Tanjung Perak, Indrapura, dan Jalan Tembok. ’’Mereka kerap terlibat perseteruan dan meresahkan masyarakat. Sudah dua kali berhasil kami antisipasi. Kami berharap dukungan semua pihak untuk mengantisipasinya,’’ paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *